Kamis, 26 Januari 2012

SANG PEMENANG SEJATI

Alkitab mencatat dengan bangga kisah seorang yang dianggap fenomenal untuk urusan yang satu ini, siapakah dia? Yah, anda tidak salah lagi AYUB, ada beberapa kelebihan ayub perhatikan yang Alkitab sebutkan:
1. Saleh & jujur
2. Takut akan Allah (Faithful to Him Goodnews,)
3. Menjauhi kejahatan
Didalam Alkitab tidak ada seorangpun yang pernah dicatat secara istimewa seperti Ayub, selain Yesus sendiri, mungkin kita bisa dengan tanpa berpikir orang ini pasti jauh dari malapetaka, pencobaan dan kemalangan. Mungkin anda akan tak habis pikir kalau membaca kisah orang ini seterusnya kok bisa yah ada orang seperti ini pernah hidup…..tapi begitulah kenyataannya. Ayub namanya berarti, “Dimanakah Ayah?” disebutkan dalam Alkitab kurang lebih 56 kali, dalam 3 buku, Ayub, Yehezkiel, & Yakobus,dikenal sebagai orang yang kaya raya, (sebutkan hartanya dalam alkitab ayat 3) memiliki banyak anak (ayat 2) Kitab Ayub sendiri adalah kitab yang unik karena memiliki kurang lebih 100 kata yang tidak terdapat dalam kitab-kitab yang lain dalam Alkitab.
Pertama dalam kisah Ayub berjalan mulus tapi tragedi datang silih berganti dan segalanya berlangsung cepat sekali nampaknya tanpa persiapan. Lihat langkah-langkahnya :
1. Pertemuan disorga antara Allah dengan mahluk2 yang lain diseluruh alam semesta termasuk setan. (jelaskan tentang kasih Allah kepada setan dengan memberikan kesempatan kepadanya datang dan pergi keluar sorga)
2. Setan berargumentasi masalah Ayub dengan Allah (ayat 10, “Tuhan terlalu over protect pada Ayub”,kata setan)
3. Jelaskan sedikit tentang proteksi Allah itu……….
4. Mulainya episode buruk, tragedi beruntun jelaskan satu persatu
a. Harta,-hewan (ayat 13-17)
b. Keluarga, - anak (ayat 18,19)
c. Fisiknya sendiri, - Penyakit (Pasal 2 ayat 5-7)
d. Istri (ayat 9)
e. Sosial, - teman-teman,Bildad, Zofar, Elifas (Jelaskan dengan detail satu persatu)
5. Namun sungguh indah Alkitab memberikan komentar exklusif tentang dia,”Dalam kesemuanya itu ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut” (Ayub 1:22)
Didunia ini ada dua hal yang bisa membuat orang lemah imannya yakni,
1. Kesenangan yang luar biasa enaknya
2. Kesusahan yang luar biasa susahnya

Mana yang saudara pilih kalau seandainya itu menjadi suatu ujian bagi saudara? Saya rasa pasti saudara akan pilih yang senang sekali, sangat tidak logic kalau kedengaran saudara pilih kesusahan. Tapi bagaimana kalau itu merupakan suatu ujian untuk menaikan iman kita? Tuhan ingin iman saya dan saudara itu bertumbuh dan iman biasanya akan bertumbuh subur saat kita mengalami penderitaan, ada sesuatu yang luar biasa yang hanya dapat diresapi dari hati dan bibir yang berduka memohon pertolongan Allah. Saudara aminkan itu? Yah….
Tengok bagaimana rintihan seorang janda (dlm 2 Raja 4) Perhatikan peristiwa ketika bangsa Israel hampir dibebaskan dari Mesir (Kel 2:23-25). Dan renungkanlah kejadian ketika orang Mesir mengejar orang Israel dalam perjalanan mereka, padahal mereka dalam bahaya (Kel 14:15). Dan masih banyak lagi contoh2 dalam Alkitab tentang iman yang bertumbuh dalam penderitaan. Tapi dari kesemuanya itu, saya senang dengan pernyataan yang lugas, tegas dan menguatkan kita dalam Alkitab yang terdapat dalam, I Kor 10:11, Kita buka bersama dan baca serta renungkan ayat ini, (berikan ilustrasi bermain sepak bola di SLA) “seorang juara, atau pemenang sejati disebut pemenang kalau dia dapat bermain baik pada dua sisi yang berbeda atau dapat menang dalam segala situasi lapangan dan kondisi”. Dan seorang beriman juga hanya dapat disebut beriman kalau dia dapat menang dalam berbagai macam pencobaan.
“saya pikir peristiwa Ayub ini adalah tontonan alam semesta ketika semua memperhatikan bagaimana setan dengan segala macam cara yang buruk dan menyakitkan mencoba untuk melemahkan iman seseorang, dan kisah ini merupakan gambaran yang nyata akan pertentangan Allah yang selalu baik dengan setan yang selalu buruk dengan aktor utamanya Ayub” tapi kisah ini sungguh berakhir happy Ending tatkala akhirnya Ayub berdiri sebagai pemenang, saya rasa ketika alam semesta menonton ini mereka seperti tegang, menunggu bagaimana hasil akhir, sama seperti orang yang menonton pertandingan sepak bola dan akhirnya sang idola keluar sebagai pemenang, luar biasa…Ayub akhirnya keluar sebagai pemenang dalam cerita ini karena dia berserah kepada Tuhan. Justru dalam penderitaannya kualitas Ayub itu semakin mengkilat tampaknya. Tidak pernah dia mengutuki Allah, justru buku ayub terbanyak kata ELSHADDAI, God Almighty, Allah maha tinggi, 31 kali digunakan dalam kitab ini.
Dia layak dapat bintang. Sorga bersorak menyambut kemenangannya, dan Allah juga sangat senang Ayubpun dapat hadiah yang pantas
6. Bagian akhir bagaimana Allah membalas dan mengganti satu persatu yang hilang dari kehidupan Ayub.

Kesimpulan:
Tidak ada penderitaan yang saudara dan saya alami yang tidak ada maksud dari Allah, Allah senantiasa memiliki rencana yang indah yang sayangnya kita sering tidak memahami karena keterbatasan kita. Mungkin beberapa diantara kita pernah mengalami itu, bersyukurlah saudara sudah menang, sementara saudara2 yang lain yang belum mengalaminya, ingatlah Allah tidak sekali kali tidak meninggalkan kita. AMIN.....!!!!

Rabu, 04 Januari 2012

"CAKAP MENGAJAR"


( II Timotius 2:1'2 )



"Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”

              Kata ‘disaksi’ untuk mengajar dalam ayat emas di atas, ialah bentuk aorist aktif dari kata Yunani ‘didaskĊ’, yang secara penerapan tunjuk pada aktivitas ‘sesaat/setiap saat’ dari orang Kristen yang menyelesaikan pekerjaannya untuk “berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka” (Matius 28:15).  Itulah tugas ganda murid-murid Yesus dalam menjalankan perintah Amanat Agung Sang Guru bagi pemuridan semua bangsa. Jaminan yang meneguhkan pelayanan mulia ini ialah penyertaan Tuhan senantiasa sampai kepada akhir zaman.  Para murid itu dengan demikian telah dipanggil untuk mengajar orang lain dengan baik!
1. Guru pertama yang melakukan praktek mengajar, adalah Allah Sendiri.        Kejadian 2:8. Di taman Eden,  Adam dan kemudian Hawa,  diajar segala sesuatu yang diharapkan-Nya kedua pasutri tersebut kerjakan bagi-Nya.
2. Musa; tidak sekedar memotivasi, tetapi mewajibkan bangsa Israel mengajar
berulang-ulang anak-anak mereka -Ulangan 6:6-9. Salah satu hukum dan undang-   undang yang adil dari The Mosaic Law, yang menjadikan mereka bangsa yang besar.
3. Teladan utama tetap adalah Yesus Kristus (Exemplum Christi)! Lukas, tabib yang
dikasihi, menyampaikan kesaksian kepada  Teofilus, tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus sampai pada hari Ia terangkat  Kisah 1:1,2. Masa bakti 3½ tahun di dunia  dihabiskan-Nya untuk mengajar di rumah-rumah ibadat, memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan
kelemahan  di antara bangsa itu
. Matius 4:23. Dua macam pelayanan yang terpisah yang dilakukan-Nya pada setiap pagi dan petang. Ada perbedaan antara mengajar dan menginjil, seperti juga seorang guru berbeda dari seorang penginjil  -Efesus 4:11.  Perbedaan kedua karunia pelayanan itu terletak pada dasar panggilan.  Seseorang tak dapat memiliki dua jawatan sekaligus, juga tidak berarti bahwa ia bisa ‘naik pangkat’ dari jawatan yang satu kepada yang lainnya. Jawatan-jawatan itu saling mengalir ke dalam. 
Seorang pengajar harus dapat menginjil, namun hal itu tidak menjadikannya seorang penginjil; ia tetap seorang guru.
MENGINJIL (evangelistes) berarti: mengumumkan kabar baik! Bertujuan untuk mendapatkan perhatian kepada suatu kebenaran. Sebaliknya, mengajar adalah menjelaskan kebenaran tersebut.
MENGAJAR (didaskalos), yang diterjemahkan menjadi dokter dan guru, mempunyai maksud: mendidik; memberi suatu uraian; menyampaikan pengetahuan; menaruh doktrin; menerangkan dengan segamblang-gamblangnya.
     Diantara 90 kali sebutan dan julukan yang dipersembahkan kepada Tuhan Yesus, 10 kali diantaranya DIA dinamai atau dipanggil sebagai Guru.  Yohanes 13:13, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.”  Kini, bagaimanakah partisipasi aktif kita dalam tugas yang luhur ini?  Sejauh mana upaya yang kita telah buat bagi orang lain?  Ingatlah selalu, bahwa tanggungjawab kita adalah mengajar mereka dari Firman Allah.  Seorang guru yang baik, ialah seorang yang mempunyai kecakapan untuk menguraikan kebenaran-kebenaran dan prinsip-prinsip Alkitab dengan cara yang sedemikian rupa, sehingga seorang Kristen yang terkecilpun (anak-anak Pelnap/Sekolah Minggu) akan bisa mengertinya! Lihat Kolose 1:27-29.
Beberapa catatan untuk pemotivasian diri:
1. Martin Luther, bapak reformasi, yang memperhatikan kepentingan dari mengajar  anak-anak di dalam gereja.  Akibat kompromi Gereja dengan politik praktis pemerintahan kala itu, maka dunia Kristen mengalami masa-masa suramnya sampai dengan tercetusnya Reformasi 31 Oktober 1517 yang menghebohkan itu. Metode modern kemudian lahir, yaitu mengajar dengan cara bertanya dan menjawab: katekisasi.
2. Robert Raikes,  editor dari sebuah harian, yang dianggap sebagai  penggerak dan mentor Sekolah Minggu, tahun 1780;  telah banyak menyumbangkan tenaga serta pikiran  untuk mengajar anak-anak  bagaimana menulis  dan membaca dalam
bahasanya
sendiri.
3. Kembali kepada murid-murid Yesus tadi: Kisah 5:42, “Dan setiap hari mereka melanjutkan  pengajaran mereka  di  Bait Allah  dan di rumah-rumah orang dan    memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.” Aniaya yang dialami justru telah menunjang kemajuan pekerjaan pengajaran dan penginjilan itu!
Amin!.

"BEBAS DARI KETAKUTAN"


Lukas 21: 25-27
 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang,* dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.†Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.†   Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia† datang* dalam awan† dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.  
 
Mengapa kita tidak perlu takut ???
II Tim 1: 7    – Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan
Roma 8: 15 – Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu takut lagi..
Fakta yang terjadi ketika roh ketakutan datang atas diri kita:
1. Iman menjadi goyah :
Daud lari ke Abimelekh (Mazmur 34:1 Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.)  Petrus mulai bimbang (Matius 14: 26-31 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”)
2. Mulai menyangkal Yesus (Murtad)
Petrus menyangkal Yesus (Mrk 14:66-72) Ayat 72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu.
3. Mengutuki Allah .
Istri Ayub suruh Ayub kutuki Allah (Ayub 2:7-9) Ayat 9 Maka berkatalah isterinya kepadanya: “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!”
Bagaimana cara mengatasi ketakutan?
1. Percaya, Tuhan Sumber jawaban dari persoalan (Mazmur 34:5 Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.).
2. Percaya, Tuhan pasti beserta dengan kita (Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku).
3. Percaya, Tuhan pasti punya rencana indah (Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan).
4. Percaya, PertolonganNya sangat terbukti (Mazmur 46:2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.AMIN.. mayandreanus.wordpress.com