Khotbah

Senin, 26 November 2012

"HIDUP DENGAN PERKATAAN IMAN"


(Words to live by faith)
Setiap manusia memiliki apa yang disebut dengan kepribadian dan hal itu dapat dinilai serta diketahui melalui bagaimana seseorang berbicara, berkata-kata maupun dari bahasa yang dipergunakan dalam berkomunikasi dengan sesamanya. Begitu juga dengan kehidupan kita orang percaya harus mencerminkan kepribadian Kristus melalui sikap hidup kita terutama dalam perkataan dan sebagai orang Kristen. Kita dituntut oleh Tuhan untuk senantiasa memiliki apa yang disebut dengan perkataan iman. Alkitab memberikan catatan yaitu :
  1. Seseorang yang memiliki iman dapat dilihat dari perkataan (bahasa / ucapan)
  2. Seseorang yang memiliki iman dapat dilihat dari kemampuannya dalam menghadapi permasalahan hidup.
  3. Sesorang yang memliki iman dapat dilihat dari kemampuannya dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi dengan cepat.
Perkataan atau bahasa iman sangat penting bahkan perlu sekali dipergunakan oleh anak-anak Tuhan pada hari-hari ini untuk meraih kemenangan terhadap berbagai tantangan, pergumulan maupun permasalahan hidup. Perkataan iman bukanlah perkataan yang diperoleh dari pengetahuan manusia tetapi yang dimaksudkan dengan perkataan iman adalah ucapan yang bersumber dari kebenaran yaitu Firman Allah yang bersifat membangun, menguatkan, meneguhkan, mengajar serta membawa manusia untuk hidup dalam jalan Tuhan. Ulangan 30:14 berkata, Tetapi firman itu sangat dekat kepadamu, yakni didalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan . Hal ini memberikan pengertian bahwa Firman Allah tidak cukup hanya dibaca, direnungkan tetapi yang terutama adalah dilakukan karena iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (Yakobus 2:17). 
Mengikut Tuhan bukan tertuju hanya kepada berkat melainkan juga kesiapan dalam diri kita sendiri untuk memikul salib yang seringkali datang dalam wujud persoalan, sesuatu yang menyakitkan serta mengecewakan, sakit penyakit, pengkhianatan bahkan pergumulan hidup yang membuat kita seakan-akan berputus asa sehingga kehilangan sukacita dan damai sejahtera. Itulah sebabnya kita sebagai gereja Tuhan harus memiliki perkataan iman karena hal tersebut merupakan jalan untuk kita melihat serta mengalami mujizat, pertolongan dan janji-janji Tuhan. Segala sesuatu yang ada di dunia baik itu materi, kekayaan, fasilitas hidup dan lain sebagainya hanya bersifat fana atau sementara tetapi Firman Allah tetap selamanya bahkan terbukti  digenapi oleh Allah. 
Oleh sebab itu  kita harus memiliki kerinduan untuk selalu bersekutu dengan Tuhan melalui FirmanNya karena iblispun berusaha memakai Firman untuk menjatuhkan Tuhan Yesus (Matius 4:1-11). Sama halnya dengan apa yang iblis lakukan kepada Adam dan Hawa pada waktu mereka berada di taman Eden. Dengan kelicikannya iblis berusaha mempengaruhi Adam dan Hawa melalui Firman Allah yang diputarbalikkan (Kejadian 3:16). 
Di hari-hari ini iblis bekerja dengan berbagai cara untuk menghancurkan iman orang percaya yaitu dengan cara membawa anak-anak Tuhan untuk sibuk dengan pekerjaan, hobby atau kepentingan-kepentingan pribadi sehingga melupakan waktu-waktu untuk dapat bersekutu kepada Tuhan. Tidaklah heran jika istilah mati rohani dengan ciri-ciri tidak mau berdoa, tidak suka membaca Firman Allah, hidup tidak tenang, hubungan dengan Allah terputus, kehilangan perkataan iman, tidak dapat mengucap syukur dan lain sebagainya saat ini mulai muncul dalam kehidupan jemaat yang merupakan tubuh Kristus.
Cara untuk kita dapat hidup dengan memiliki perkataan iman adalah :
  1. Hidup meneladani pribadi Tuhan Yesus yang tidak pernah melepaskan Firman yang artinya Tuhan Yesus memakai Firman untuk mematahkan tipu muslihat si iblis (Matius 4:4).
  2. Izinkanlah Firman Allah untuk tinggal di dalam hidup kita (Yohanes 15:7)
  3. Jangan hidup dalam kesombongan karena hal tersebut dibenci oleh Allah dan menjadi penghalang untuk pertumbuhan iman kita. (Yakobus 4:6)
Sebagai pribadi yang mengasihi Tuhan marilah kita senantiasa memiliki perkataan iman yaitu Firman Allah yang menerangi setiap langkah perjalanan hidup kita bahkan menuntun kita untuk menikmati berkat-berkat serta kemenangan bersama Tuhan Yesus. AMIN. 

TUHAN YESUS MEMBERKATI.....!!!!KhotbahKhotbah

"TINDAKAN IMAN"

(ACTION FAITH)
Markus 5:26-33

Hidup dan mati dikuasai lidah (Amsal 18:21), ketika kita berkata tidak ada berkat  maka kita tidak di berkati .
12 tahun artinya penanggalan / puncak penderitaan .
- Murid murid  Tuhan Yesus 12 orang.
- Suku Israel  12 suku
- Jam 12 menejukkan puncak hari siang

Perempuan ini menderita ada 3 hal penyakit:
1. Fisik / badan
2. Batin
3. Berobat banyak dokter

Ada tiga langkah mengapa perempuan ini sembuh?
1.Dia sudah mendengar berita Firman Allah
  Ayat 27: Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
- Iman muncul dari pendengaran sehingga iman bertumbuh di dalam Tuhan Yesus.
2.Berusaha mencari Tuhan yesus
   Ayat 27: Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
- Kerinduan yang  tulus untuk mencari Tuhan Yesus.
3.Dia memiliki komitmen menjamah jubah Tuhan yesus.
  Ayat 28-29: Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

TUHAN YESUS MEMBERKATI

   

"PRINSIP IMAN"


( Principle of faith )
Prinsip Iman dalam hidup kita ada 3 hal antara lain yaitu B.B.M./Tap.
1. B  = Berpikir (Think)
2. B  = Bertindak (Acting / action)
3. M = Melakukan (Perfrom )
“Top dalam bahasa Indonesia  puncak atau utama, Yesuslah yang terutama dalam hidup kita, sehingga Ia memilih kita untuk menjadi saluran berkat bagi orang lain. Jangan kita sendiri  menikmati kasih  yang sudah Tuhan Yesus berikan dalam hidup kita .
Oleh kaerna itu kita harus  memiliki prinsip Iman dalam hidup kita:
1. Berpikir (Think  ) dengan Iman
Artinya berpikir disini bukan suatu yang tidak masuk akal, melainkan suatu yang pasti. Firman Tuhan berkata “ketika aku kanak-kanak ,aku berkata seperti kanak kanak  sekarang aku sudah menjadi dewasa ,aku meninggalkan sifat kanak –kanak itu (1Korintus  13:11 )
Kalau kita berpikir hal yang  salah  maka hal itu dinyatakan dalam hidup kita (Efesus  3;15-16)
2. Bertindak ( Acting / Action) perbuatan dengan Iman.
Orang yang bertindak adalah orang yang bijaksana untuk mengambil keputusan ( Keluaran1:20 ). Keluaran 1:1-23; menceritakan orang Israel di oleh orang Mesir.
Tindak orang mesir terhadap orang Israel:
- Berperang melawan orang Israel .
- Jangan bersekutu dengan orang Israel.
- Pergi dari negeri ini .
- Orang Israel di tindas dengan paksa .
- Membunuh bayi –bayi laki-laki .
        Jadi  tindak orang Mesir di batakkan Tuhan, karena  membunuh bayi yang tidak berdosa . Firman Tuhan berkata; Tuhan bertindak saat ada penindasan terhadap Umat-Nya ( Zef 3:19 ). Orang yang bertindak adalah  orang yang penuh dengan keberanian (2 Korintus 3:12 )
3. Melakukan ( Perfrom ) dengan iman.
- Melakukan sesuatu yang baik tidak muda dalam hidup kita. Kadang  kita melakukan  sesuatu dengan sungut-sungut ( Filipi 2:14 ).
         Prinsip Iman melakukan sesuatu dalam hidup:
- Melakukan dengan kasih (1korintus 16:14) 
- Melakukan hanya untuk semua orang (Roma 12:17)
- Melakukan hanya untuk kemulian Allah  ( 1 Korintus 10:31 )
         Jadi apapun yang kita lakukan ini bukan kehendak kita melainkan kehendak Tuhan (Ulangan 8:2). Berpikir bertindak melakukan pokok dari kebenaran, karena berdasarkan dari Iman ( Roma 4:16 )  

TUHAN YESUS MEMBERKATI

"PERMAINAN IMAN"


Permainan Iman
(The Faith Acing)
.
Ada 3:permainan  iman dalam alkitab:

1. Manusia jatuh dalam dosa ( Adam dan Hawa) Kejadian 3;1-24

- Susah payah  watku melahirkan (Perempuan/ Hawa).
- Susah payah dalam bekerja /mendapat berkat ( Laki-laki / Adam )

2.Ayub ( Ayub1:1-22; 2:1-13)
- Anaknya meninggal dan istrinya  meninggal dia
- Harta  kekayaannya habis
- Temannya meninggalkan dia.

3.Tuhan Yesus dicobai di  pandang gurung (Lukas 4;1-13)

- Perkataan iblis:
-          Jika engkau anak Allah ,suruhlah batu ini menjadi roti, (ayat 3 ).
-          Segala kuasa itu serta kemuliaanya adan kuberikan kepadamu ( ayat 6-7 )
-          Jika engkau anak Allah jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah ( ayat 6-7 )

# Top /puncak permainan Iman:

1. Toil atau kerja keras ( Traning ).
    # Ada rayuan dari iblis:
- Melihat buah itu baik
- Sedap kelihatannya
- Menarik hati

2.Option ( Kebebasan /Pilihan).

- Mau makan / tidak buah yang ada di taman tersebut .
- Keinginan manusia mau seperti Allah ( ayat 5 )

3.Plan (rencena)

- Supaya hubungan manusia putus dengan Allah (ayat 8,9)
- Saling menyalahkan satu dengan yang lain.

# Berkat permainan Iman:

1. Kita memperoleh janji induk  ( Kejadian 3:15 ).

- Artinya Yesuslah merenemukan kepala ular Ia menghapus segala  air mata dari  mata kita dan maut tidak ada dan lagi…( Wahayu21:4 ).


2.Kita memperoleh sukacita yang besar ( Matius 4:1 1)

- Ia memberikan jalan kehidupan ( Mazmur16:11 )
- Ia memberikan sukacita yang berlimpah-limpah.

3.Kita memperoleh berkat dua kali lipat ( Ayub 42:10-12 )


TUHAN YESUS MEMBERKATI


Minggu, 06 Mei 2012

" DISIPLIN "



          Disiplin adalah mengerjakan apa yang tidak mau kita kerjakan agar dapat mengerjakan apa yang mau kita kerjakan.
Jadi, untuk mengembanagkan kedisiplinan menjadi hamba Tuhan ada tiga hal antara lain:
1.       Pikiran ( Think )
Dalam Kis. 6:4; dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman."
Kita tidak perlu menjadi orang yang jenius, kita hanya perlu menggunakan pikiran hanya berpusat kepada Allah yaitu dalam doa dan menyampaikan Firman Tuhan. Kalau kita biarkan pikiran kita tetap aktif, secara teratur menghadapi tantangan bearti kita terus memikirkan hal-hal yang tepat dan membantu kita dengan apapu yan kita upayakan.

2.       Perasaan ( Ambition )/ hastrat ingin maju.
Efesus 4:19 menyatakan, Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Bnd.Fil. 4:10
Perasaan mengandung dua pilihan:
1.       Menguasai
2.       Dikuasai
Kedua hal ini tidak berarti bahwa kita menjadi hamba Tuhan yang baik, kita harus mematikan perasaan kita. Perasaan menghalangi apa yang kita harus lakukan atau mendorong kita untuk melakukan apa yang seharusnya tidak kita lakukan.
       3. Tindakan ( Action ).
Tindakan kita bisa mempertimbangkan pikiran dan perasaan kita. Jadi untu menjadi hamba Tuhan yang lebih disiplin:
1.       Kuatkanlah kebiasan kerja anda, artinya kita harus mempergunakan talenta yang sudah Tuhan berikan kepada anda.
2.       Terimalah tantangan, artinya dalam tantangan yang anda hadapi, sadarilah bawha anda bersama dengan Tuhan, karena di dalam Tuhan kita bisa menanggung segala perkara ( Fil.4:13 ).
3.       Jinakkanlah lidah anda, Yak.3:8 bahwa lidah kita membawa hidup dalam kebinasaan, tetapi dengan lidah kita memuji Tuhan dan diselamatkan ( Yak. 3:9 ).

Tuhan Yesus memberkati.....!!!!

Sabtu, 17 Maret 2012

"TUHAN MENCUKUP SEGALA KEBUTUHAN"

Daud menulis dalam Mazmur 23:1, bilama Yesus menjadi gembala dalam kehidupan kita, maka kita tidak akan merasa kekurangan. Dalam bahasa Inggris kata takkan kekurangan itu adalah, ”NOT WANT” tidak mau lagi, sudah cukup, tidak ada rasa untuk mengingini lagi karena sudah dipuaskan. Tidak seorangpun didalam kehidupannya pernah merasa puas dan cukup atas apa yang ia dapatkan, itulah sebabnya orang akan mencari dan terus mencari sesuatu yang lebih dari hari kemarin. Bahkan karena tidak puas dengan yang diperoleh pada hari-hari kemarin, mereka ada yang mengadakan penipuan, dan korupsi supaya penghasilan mereka lebih banyak dari hari kemarin.
Saya pernah bertemu dengan seseorang yang sudah mempunyai satu mobil tua dan satu sepeda motor, tetapi ia selalu mengeluh dengan segala penghasilannya dan segala keberadaannya. Sementara di tempat lain masih ada orang yang lebih miskin dan berkekurangan dibandingkan dengan keluarganya, tetapi mereka selalu mengucap syukur kepada Tuhan atas berkat-berkat yang mereka terima. Kita tahu bagaimana kehidupan Daud dia sering mendapatkan kesusahan, tetapi tetap berkata bahwa bilamana Yesus menjadi gembalanya, maka ia tidak akan merasa kekurangan.Yesus adalah Tuhan dan sebagai
Gembala yang baik, Gembala yang selalu berada disamping domba-dombanya dan selalu siap untuk memberi pertolongan kepada domba-domba yang digembalakanNya. Bila Yesus yang adalah Tuhan dan Gembala yang Agung itu menjadi gembala bagi kita, maka kita tidak akan merasa kekurangan lagi, karena Dia akan memuaskan kita.
Raja Daud merasa dipuaskan oleh Tuhan, atas segala berkat dan pemeliharaan Tuhan dalam kehidupannya. Oleh karena raja Daud merasa dipuaskan oleh pemeliharaan Tuhan di dalam kehidupannya, sehingga ia menyatakan dengan ungkapan, takkan kekurangan aku. Apakah arti yang dimaksudkan dengan, “takkan kekurangan aku”.

1. Takkan Kekurangan.
Takkan kekurangan artinya:
a. Tidak kekurangan/selalu dipenuhi.
Setiap manusia yang hidup di atas dunia tidak ada yang tidak ada kekurangan, raja Daud juga ketika ia menulis syair ini, bukan berarti ia tidak ada kekurangan. Tidak kekurangan disini artinya, Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan kita, ketika kita umat-umatnya yang sangat membutuhkan pertolongan dari Tuhan. Raja Daud menulis dalam Mazmur 34:20 “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu”. Orang yang mengikuti Tuhan atau orang mengambil Yesus sebagai Tuhan dan Gembalanya tidak berarti, tidak berkekurangan secara materi. Tetapi orang yang setia menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan gembala di dalam kehidupannya, walaupun secara materi ia benyak kekurangan, tetapi Tuhan akan memberi jalan keluar kepada mereka, ketika mereka sangat membutuhkannya.
b. Tidak dibiarkan.
Tuhan tidak akan membiarkan kita umat-umatNya, apabila kita setia. Tuhan bagaikan seorang gembala yang baik, yang selalu memperhatikan kawanan domba gembalaannya. Tuhan tidak pernah membiarkan umat-umat kesayanganNya, karena, “Mata Tuhan selalu tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada teriak mereka minta tolong”. Mazmur 34:16.



c. Tidak diabaikan.
 Tuhan Yesus yang adalah gembala yang Agung itu tidak akan mengabaikan orang-orang yang mau datang dan mau digembalakan oleh Tuhan Yesus. Karena Tuhan Yesus yang adalah pencipta alam semesta, dan hanya Dialah yang layak menjadi Gembala yang Agung. Karena Yesus adalah Gembala yang Agung maka Dia tidak akan mengabaikan setiap orang yang mau menjadi satu kawanan domba dengan satu gembala yaitu Tuhan Yesus. Raja Daud berkata: “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku”. Yesus tidak akan mengabaikan umat-umatNya sekalipun ayah dan ibu kita meninggalkan kita, karena kasih dan kesetiaan Tuhan kepada umat-umatNya.

2. Takkan Kekurangan.
Takkan kekurangan artinya:
a.       Puas.
Seseorang yang hidupnya mengambil Tuhan Yesus sebagai pemimpin atau gembala di dalam segala aspek kehidupannya, maka ia akan merasa puas dengan berkat-berkat dan pemeliharaan Tuhan di dalam kehidupannya, sehingga ia tidak akan bersungut-sungut, bahkan tidak akan menyalahkan dan menghujat Tuhan. Karena ia merasa puas terhadap berkat-berkat dan pemeliharaan Tuhan dalam kehidupannya maka ia akan selalu bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan.
b. Bersukacita setiap saat.
Orang yang hidupnya bergantung pada Tuhan atau membiarkan Yesus menjadi gembala dan menggembalakan kehidupannya, maka kehidupannya akan selalu senang. Umat Tuhan yang membiarkan Yesus menggembalakan kehidupannya, maka ia akan tetap bersukacita walaupun ada banyak masalah yang ia hadapi, karena Yesus yang sebagai gembala yang baik akan selalu memberi kelegaan kepada umatNya. Sebagaiman yang Yesus katakan, “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”. Matius 11:28.
Kesaksian :
Ada satu keluarga petani yang sedang mendapat suatu kesulitan. Seorang ibu paruh baya yang harus menjadi tulang punggung keluarga , karena suami sakit lumpuh dan hanya terbaring di tempat tidur. Suaminya lumpuh karena terjatuh di dalam kamar mandi. Keluarga petani ini hanya menyewa tanah orang kaya untuk digarap. Suatu hari keluarga petani ini mendapat kesulitan keuangan, anaknya yang sedang duduk di bangku SMU harus meninggalkan asrama oleh karena uang sekolah belum dibayar. Kemudian tanah yang disewa sudah terlambat pembayarannya selama tiga bulan, ibu ini takut bertemu dengan pemilik tanah itu, padahal di tanah yang digarapnya itu ada tanaman bawang preinya, yang kira-kira satu bulan lagi baru akan dipanen. Pagi subuh kami bersama dengan ketua jemaat datang melawat dan berdoa subuh dirumah itu. Ketika kami tiba di rumah itu, waktu kami bertanya kepada ibu itu apa yang perlu didoakan, ibu itu menceritakan masalahnya sambil menangis, lalu kami memberikan beberapa nasihat dan kami berdoa khusus untuk masalah itu, kemudian tiga hari kemudian kami datang kembali kerumah itu juga pada waktu pagi subuh. Ketika kami tiba di rumah ibu itu, beliau bercerita dengan hati yang senang karena doa-doa telah dijawab oleh Tuhan, masalah yang dihadapinya telah mendapatkan jalan keluar.
Kesimpulan :
Takkan kekurangan bukan berarti hanya berkelimpahan dalam berkat materi saja, tetapi berkat olehmana Tuhan melepaskan dan memberikan jalan keluar dari segala kesusahan dan masalah yang sedang kita hadapi. Bila Tuhan sebagai gembala kita, maka kita akan merasa tidak kekurangan lagi, karena iman kita. Tuhan adalah gembalaku takkan kekurangan aku. Oleh sebab itu marilah kita datang kepada Yesus yang adalah Tuhan kita dan sebagai gembala yang Agung, kita serahkan segenap kehidupan kita agar Yesus menggembalakan kita, maka kita akan merasa puas, sehingga kita tidak lagi selalu merasa kekurangan, melainkan selalu bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan selalu memberkati kita, haleluya Amin!

"TUHAN MENUNTUN AKU DI JALAN YANG BENAR"


Pertama kali saya tiba di kota Pematangsiantar, saya berada di terminal Parluasan sedang mencari angkutan kota yang jurusannya menuju ke arah kampus Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara. Karena belum tahu harus ke arah mana saya pergi, saya memcoba untuk bertanya kepada beberapa orang di terminal itu. Tetapi beberapa orang yang saya tanya mereka mengatakan bahwa mereka tidak tahu. Kemudian saya coba bertanya lagi kepada seorang pemuda, ia menunjukan satu angkutan kota yang harus saya ikut, kemudian saya ikut angkutan itu dan saya diturunkan di sebuah perguruan Surya Komputer. Perguruan ini adalah kebalikan arah dari Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara. Kemudian saya berusaha mencari orang yang nomor telponnya, yang bisa saya tanya informasi tentang dimana Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara. Setelah saya dapat alamat yang saya harus tuju, kemudian saya naik angkutan yang menuju arah perguruan itu. Dalam angkutan itu saya bilang sama sopirnya, ”bang turunkan saya di jalan Rakuta Sembiring”, sopir itu bilang, ”jalan Rakuta Sembiring itu panjang”. Kemudian saya bilang, ”di Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara”, ”kalau itu gampang”, kata sopir itu, ketika kami sampai di pintu gerbang kampus itu, saya diturunkan.
Orang yang tidak tahu jalan maka ia sangat membutuhkan orang yang bisa menunjukan jalan yang benar kepadanya, karena kalau salah petunjuk maka akan salah jalan, dan bahkan ia akan tersesat.

1.      Domba Sangat Membutuhkan Kehadiran Seorang Gembala.
Domba sangat membutuhkan kehadiran seorang gembala yang baik untuk menuntunnya, ada beberapa sebab mengapa domba sangat membutuhkan kehadiran seorang gembala?
a. Karena domba adalah binatang yang penakut.
 Domba tidak akan berani untuk berpindah dari tempat yang satu ketempat yang lain untuk mencari rumput, kecuali ada seorang gembala yang menuntunya untuk membawanya pindah ketempat yang lain.
b. Karena pandangan mata domba tidak itu jauh, domba hanya dapat melihat beberapa meter kedepan.
 Itulah sebabnya domba itu penakut dan ia mengharapkan tuntunan dari seorang gembala yang akan membawa ia ke air yang tenang dan ke rumput yang hijau. Bila domba tidak dituntun oleh gembala maka ia akan memakan rumput di situ berulang-ulang. Akhirnya domba itu tidak dapat lagi memakan rumput-rumput yang hijau dan segar, oleh sebab itu domba sangat memerlukan kehadiran seorang gembala untuk menuntunnya. Bila domba itu tertinggal dari rombongan kawanan domba itu, maka ia akan tersesat. Karena pandangan mata domba itu tidak jauh, sehingga membuat domba tidak berani berpindah jauh dari tempatnya, bila tanpa kehadiran seorang gembala.

2. Salah Jalan.
Domba tidak pernah tersesat dan salah jalan, karena domba takut jalan sendirian tanpa tuntunan seorang gembala, domba bisa tersesat bilamana ia tertinggal dari kawanan domba lainnya, tetapi manusia sering kali tersesat. Mangapa manusia bisa tersesat atau salah jalan? Karena ada kuasa untuk memilih. Tetapi hanya ada satu jalan kepada keselamatan, yaitu Yesus Kristus. Walaupun hanya ada satu jalan kepada keselamatan, tetapi banyak orang tersesat. Mengapa?
Karena manusia mempunyai konsep sendiri-sendiri dalam kehidupan mereka, maka manusia itu bisa tersesat dan bahkan sering tersesat. Amsal Salomo berkata, ”Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut”. Amsal 14:12. Ada orang yang hidupnya tidak mau dituntun oleh orang lain, ia lebih memilih untuk mengikuti keinginannya sendiri, hal inilah yang membuat manusia sering tersesat karena pilihan yang salah. Kita manusia yang lemah dan tak berdaya ini, perlu tuntunan dari Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Kita perlu melihat kebelakang bagaimana kehidupan kita dituntun oleh Tuhan, karena Tuhan campur tangan disetiap aspek kehidupan kita.
Raja Daud merasakan bagaimana tuntunan dan pemeliharaan Tuhan di dalam kehidupannya. Dia yakin bahwa Tuhan telah campur tangan dan menuntunnya di dalam setiap aspek kehidupannya. Sehingga Daud mengajak agar kita untuk mengecap kebaikan Tuhan. ”Kecaplah dan betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya”. Mazmur 34:9. Tuhan akan menuntun umatNya dalam segala aspek kehidupan kita, bila kita menyerahkan kehidupan kita dalam tuntunan Tuhan, cuma sering kali kita tidak menyadari bahwa Tuhan telah menuntun kita dan kita sering menuruti keinginan hati kita saja, dari pada mengikuti tuntunan Tuhan di dalam kehidupan kita, yang membuat kita sering salah jalan.

3.      Kutuk Menjadi Berkat.
Jeruk yang begitu asam, ketika diolah dengan begitu rupa sehingga menimbulkan suatu rasa yang enak dan menyehatkan. Bila kita menjdi umat Tuhan yang benar-benar setia kepada Tuhan, maka Tuhan akan merubah kesusahan itu menjadi suka cita dan kutuk menjadi berkat.
Ketika Bileam disuruh Balak raja orang Moab untuk mengutuk orang Israel, tetapi Allah merubah kutuk itu menjadi berkat. ”Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau”. Bilangan 23:5. Bila umat Tuhan benar-benar setia kepada Tuhan dan hidup menurut tuntunan Tuhan saya yakin, Tuhan akan memberkati dan merubah sebuah kutukan itu agar menjadi berkat.

Kesimpulan :
Bagaimana Tuhan merubah penderitaan menjadi kesukaan dan kutuk menjadi berkat, kepada orang-orang yang setia kepaNya dan mau dituntun oleh Tuhan sebagai gembala yang baik. Tuhan akan menuntun umatNya yang setia ke jalan yang benar dan Tuhan campaur tangan dalam setiap perkara kita, karena dalam hal itu ada rencana Tuhan bagi kita.